Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan apa yang ingin kamu baca :)

Tuesday, 15 October 2013

kau penyebab rasa canggung, grogi dan sakitku

''cerita singkat ini, ku persembahkan untukmu teman kelasku yang tidak ku tuliskan namanya, selamat membaca dan jangan marah, semoga suka dengan tulisanku. satu lagi, kamu harus move on! :)''


Selamat malam kamu, tuan yang senang akan perdebatan, tuan yang berambut gondrong dan entah julukan tuan apa lagi yang pantas ku berikan untuk mu, kalau boleh sedikit jujur, sebenarnya aku ingin sekali memanggil mu dengan julukan si tuan pembohong. aku datang baik-baik untuk meminta  kembali hatiku yang baru saja kau rusak, hatiku yang sempat ku titipkan padamu.


masih ingatkah kamu 13 oktober 2012? sejak saat itulah kau menyelip masuk ke celah hatiku, menjadi sosok mengagumkan, sosok yang menarik perhatianku, menjadi pemandangan menarik untuk dinikmati setiap kali melihat mu duduk diam di bangku kelas. hampir setiap hari kau menjadi bagian dari malam-malam ku, menjadi tawa yang membawa kedamaian di setiap hariku dan sejak saat itu pula kau menjadi salah satu alasan mengapa aku harus bangun pagi dan mengapa pulsa ku harus selalu ter-isi.


tuan, kita sudah saling tahu sejak setahun yang lalu ternyata kau belum begitu mengenal sosokku dan aku masih (terlalu) menyukaimu. masihkah kau ingat saat pertama kali aku menyatakan rasa sukaku padamu? saking sukanya, aku rela mengumpulkan banyak keberanian, membuang ketakuanku, mengabaikan rasa grogi dan canggungku hanya untuk menyatakan perasaanku yang sebenarnya. tuan, satu hal yang harus kau tahu, kau tak akan pernah bisa menemukan wanita seperti aku; wanita yang memperjuangkanmu meski harus menahan sakit dalam kebohongan yang kau buat.


9 bulan telah kita lalui dengan hubungan yang mungkin bagimu hambar dan biasa-biasa saja, tapi apa lagi yang bisa kulakukan untuk menahan mu untuk tetap tinggal agar hubungan kita tetap bertahan? tidak ada, yah tidak ada selain menangis pilu tanpa ingin membuat kau menyesal. aku rindu kau dan aku yang sempat menjadi 'kita', tapi tampaknya kau tak pernah tahu bahwa selama 9 bulan ini, aku tak bisa berbuat banyak selain duduk diam dan mendengar kan kamu berbiicara terlebih dahulu tanpa memperdulikan aku dan pendapatku, kau sungguh egois!


kalau saja aku punya keberanian lebih untuk bertanya, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal padamu. seberapa buram kah matamu hingga tak kau lihat sedikitpun perhatianku?, seberapa tulinya telingamu hingga tak kau dengar sapaan manisku? seberapa matinya perasaan mu, hingga kau tak sadar ada aku yang berjuang mempertahankanmu? mengapa kau mudah mengakhiri hubungan kita, yang ku pikir bisa berjalan lama?


dimana letak hati mu, tuan? kau sungguh tega, membiarkan ku terus menerus dalam siksaan seperti ini. kau tak akan pernah tahu betapa sakit dan hancurnya menjadi wanita yang terus menerus memperjuangkan cintanya meski ia tahu cintanya bertepuk sebelah tangan. apakah kau pernah membayangkan jadi rasanya jadi orang yang seperti aku?; setiap hari bertingkah biasa-biasa saja di depan  orang yang di cintai, bertingkah seolah tak ada rasa, seolah semua tak pernah terjadi,? bisakah kau menjadi orang yang seperti aku?, ku alami rasa sakit hati itu setiap hari, setiap ku melihat kau bercanda di kelas dengan beberapa teman wanita.




By: @Fachriannah





No comments:

Post a Comment