Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan apa yang ingin kamu baca :)

Monday, 26 August 2013

antara perbedaan dan apa kata orang

"Bagaimana mungkin aku mencintamu, seseorang yang tempat ibadahnya berbeda dengan tempat ibadahku"


mestinya sejak awal aku tahu kalau hubungan ini tidak akan mudah, akan ada banyak kerikil tajam yang harus kita lewati, tapi kamu selalu meyakinkan ku bahwa everything is gonna be okay, yah.. semuanya akan baik-baik saja, padahal kita tahu jelas hubungan ini benar-benar membingungkan karena keyakinanku; cinta datang karena allah berarti aku mencintaimu karena allah dan keyakinan mu; kalau kau tak bisa mencintai tuhannya, kau tak akan bisa mencintai dia. lalu yang terjadi pada hati kita ini apa???


perjuangan kita sungguh berat, mengapa kamu masih saja menyembunyikan hubungan kita? apa karena kita berbeda?, apa kamu malu? apa kamu menganggap ini sebuah aib? mereka tak pernah tahu rasanya jadi kita; sepasang anak manusia yang memperjuangkan apa yang mereka sebut cinta meski dalam kesakitan. setahuku dalam hal cinta tak ada yang salah, kecuali waktu dan ketidak normalan. tak ada istilah tuhanku-tuhanmu-tuhannya dan tuhan mereka,  tuhan yah tuhan, dia satu, dia esa, yang berbeda hanya kita.


kenapa hubungan ini harus menjadi suatu rahasia sedangkan orang-orang tak mengerti seberapa besar rasa cintaku ke kamu hingga aku berani melawan norma agama yang berlaku. orang-orang tak pernah mau tahu kalau aku mengorbankan seluruh perasaanku hanya untuk memperjuangkanmu. kenapa kamu masih saja mempermasalahkan 'apa kata orang' tanpa memperdulikan perasaanku?


kenapa kamu masih memperdulikan 'apa kata orang' padahal kamu tahu jelas tasbih ku berbeda dengan kalung salib yang ada di lehermu, meski kamu tahu al-qur'an ku berbeda dengan kitab bacaanmu, kenapa kamu masih saja menyembunyikan hubungan kita? kenapa kamu masih saja takut mendengarkan 'apa kata orang'? yang jalani hubungan ini kita, bukan mereka. mereka tak tahu seberapa bahagianya kita, meski kita berbeda, kenapa tak kau ceritakan saja tentang kebahagiaan hubungan ini pada mereka, agar mereka bungkam.


keyakinanmu terang dan gelap tak akan bisa menyatu.
Dear allah, apakah seseorang yang kucintai harus memeluk keyakinan yang sama denganku? jawabannya jelas YA!, mengapa aku harus bertanya lagi? karena aku ingin terang dan gelap yanng musathil bersatu ini, bisa menyatu.

By; @fachriannah


No comments:

Post a Comment