Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan apa yang ingin kamu baca :)

Saturday, 15 June 2013

kau yang pertama

untukmu pria kejam yang mungkin telah melupakanku...

Kepadamu pria kejam yang pernah kusinggahi hatinya, tulisan ini kukirimkan tepat ke alamat hatimu yang mungkin sekarang telah ditinggali seseorang yang jauh lebih baik dariku. entah mengapa hingga saat ini bayang-bayangmu masih saja mengikuti langkahku. hingga saat ini aku masih saja mengingatmu, ku fikir  semua tentangmu telah kubuang jauh, nyatanya aku tidak bisa benar-benar membuang kenanganmu begitu saja. apa kabarmu sekarang? apakah kamu masih mengingat kamu dan aku yang pernah menjadi 'kita'?. semenjak mencapakkanku, sudah berapa banyak hati yang kau singgahi? atau mungkin sudah berapa banyak hati yang kau lukai?.


untukmu pria yang menganggap komputer sebagai istrinya...

komik, yah komik lah yang mampu memunculkan percakapan awal di antara kita. kau tahu? aku benar-benar tidak mampu melupakan kenangan itu. kenangan dimana saat kita saling mencuri pandang, berusaha mengatur kata demi kata agar terdengar lebih sopan demi membangun suatu percakapan. kau tahu, hanya untuk mengucapkan kata 'hai', aku harus berusaha mengumpulkan keberanian, kau tahu? hanya untuk menatapmu sekilas aku harus berpeluh dan merasakan keringat dingin yang hebat di tubuh dan wajahku. tapi sayang, perjuanganku mungkin sia-sia di matamu. jika tidak, mungkin saat ini kita sudah menjadi sepasang kekasih.


untukmu pria yang bercita-cita menjadi seorang musisi...

bagiku kamu yang pertama. seorang adam yang pertama kali mengajarkanku bagaimana cara memetik senar gitar dengan baik, dan aku terpaku kala itu. kamu adalah yang pertama, pria yang menjadi sebab rasa grogi dan canggungku, saat pertama kali kita bertatapan di tangga sekolah kala itu kau ingat?. kamu adalah yang pertama, seorang adam yang rela memutuskan rasa malunya untuk membacakanku puisi di muka umum. kamu yang pertama, seorang adam yang mampu memnyebabkan pipiku merah karena tersipu malu menerima lagu ciptaanmu yang sengaja kau ciptakan khusus untukku kala itu. dan kamu masih yang pertama, seorang yang mengajarkanku untuk mengepakkan sayap setinggi mungkin, kemudian mematahkannya dengan keji.




No comments:

Post a Comment