Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan apa yang ingin kamu baca :)

Thursday, 7 February 2013

first love...?

hey kamu... pria yang mengajariku cinta disekolah dasar.

Hallo Mr.I apa kabarmu? sudah lebih 6 tahun yah kita tak bertemu, apakah kamu masih sama seperti yang dulu kukenal? masihkah kamu memakai topi merah kemana-mana? masihkah rambutmu lurus dan berwarna coklat seperti 6 tahun yang lalu?, masihkah kau sering membentuk rambutmu menyerupai duri landak? lalu, bagaimana dengan matamu yang sipit, apakah masih sesipit yang dulu? ah, sudahlah aku yakin, pasti sekarang kamu sudah banyak berubah.
      eh, aku ingat loh semua tentang kamu dalam jarak yang sejauh ini. bagaimana denganmu? apakah kamu masih ingat aku, tentangku? atau mungkin kau sudah lupa bahkan namakupun mungkin kau sudah tak ingat.

hey kamu... pria yang menjadi teman sebangku ku selama 1 semester.


awalnya yang aku tahu kamu adalah murid pindahan dari luar kota yang duduknya telah di atur oleh wali kelas yaaah kamu duduknya tepat disebelahku, dan yang aku tau, kamu adalah murid pindahan yang berhasil membuat beberapa siswi disekolahan mulai berdandan dan sering membawa bedak dan sisir kesekolah. hahahaaaaa menurutku itu konyol, aku bingung pada saat itu, sihir apa yang kamu gunakan untuk menyihir  beberapa siswi berubah menjadi puber sebelum waktunya. satu kesyukuran bagiku waktu itu, aku tak seperti mereka yang berdandan dengan centilnya hanya untuk menarik perhatianmu.

hey kamu...  pria yang bertangan kidal sama sepertiku.

Aku ingat sekali percakapan pertama kita kala itu, kau menanyakan namaku, lalu kau mengulurkan tangan sambil menyebut namamu, sembari memamerkan senyum diwajah polosmu. hari demi hari kita lalui begitu saja bermain bersama, tertawa, dan kau juga banyak cerita padaku tentang pengalamanmu disekolahan yang dulu, tentang kamu yang hoby bersepeda, tentang adikmu yang nakalnya minta ampun dan... kita juga pernah bercerita tentang kesamaan kita yaitu kita sama-sama bertangan kidal dan dikelas anak yang bertangan kidal hanya ada dua yaitu aku, dan juga kamu.

tak jarang aku mendapatimu sedang mencuri pandang ke arahku pada saat pelajaran dikelas tengah berlangsung. dan hey!!! sejak kejadian itu, kamu mulai mencuri perhatianku.  kenapa kedekatan kita sampai sejauh ini???

hey kamu... pria yang bermata sipit.

Dulu, saat pertama kali bertemu aku tidak menyimpan perasaan apapun untukmu, aku bahkan tidak tahu perasaan suka itu seperti apa? dan datangnya dari mana? tapi kamu datang dengan mata sipitmu dan menyihirku untuk menaruh hati padamu kemudian memaksaku untuk membagi waktu belajarku hanya untuk memikirkanmu setiap malam. membuatku semangat berangkat sekolah lebih pagi. dan kamu adalah orang pertama yang membuatku merasa asing pada diriku sendiri.astaga... demi tuhan itu siksaan hati yang belum sepantasnya dirasakan oleh anak berusia 11 tahun, aku memikirkan seseorang yang aku sendiri bingung mengapa harus memikirkannya,.

sempat terfikir di otakku kalau kamu itu jahat, karena kamu telah memberikanku perasaan yang aku sendiri sulit untuk menjelaskannya, kamu memberikan perasaan aneh yang menyiksa. perasaan yang sebenarnya belum pantas aku rasakan. kita masih terlalu muda untuk belajar tentang cinta. kita masih terlalu dini untuk bermai-main dengan hati.

 hey kamu... pria yang pertama kali memberikanku perasaan aneh.

terkadang aku bertanya-tanya dalam hati dimana kamu sekarang? bagaimana wujudmu sekarang? apa kamu tahu, kalau aku pernah menyimpan perasaan suka padamu? apakah perasaan kita sama? ah... sudahlah aku takut salah menerka, mungkin saja kala itu kau hanya menganggapku teman biasa, atau mungkin kau hanya menganggapku cinta monyet sesaat.

Aku tak pernah lupa pertemuan terakhir kita setelah ujian nasional, di kantin sekolah kita duduk berdua dan mulai bercerita tentang beberapa SMP ternama dimakassar. ku fikir kita bisa melanjutkan pendidikan disekolah yang sama tapi ternyata tidak, kau harus melanjutkan pendidikanmu di semarang mengikuti pekerjaan orang tuamu yang selalu berpindah-pindah.
Dalam hening yang panjang tiba-tiba kau mengucapkan kalimat yang sukses membuatku beku
"kira-kira kita masih bisa ketemu lagi ga yah? soalnya aku akan tinggal disemarang jangan lupakan aku yah"

"aku ga tau, iya kamu juga yah jangan lupakan aku" jawabku singkat kemudian berlalu
dengan meninggalkannya duduk sendirian dikantin.

tanpa kejelasan, tanpa benda kenangan, tanpa salaman perpisahan seperti layaknya perpisahan yang ada di film-film kita berpisah begitu saja.


                                                                                                      dari wanita yang selalu                                                                                                          tersenyum ketika mengingatmu  :')
                

No comments:

Post a Comment