Aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan apa yang ingin kamu baca :)

Wednesday, 9 January 2013

pesan singkat untukmu

hai... tuan selamat malam, hmmm "bagaimana kabarmu?", "lagi apa kamu sekarang?"...
yaaah sudahlah itu hanyalah pertanyaan-pertanyaan basa basi yang menurutku bisa membuat kita menjadi dekat, pertanyaan yang hanya bisa terdiam di otakku tanpa ada perkembangan, aku tidak pernah berani menanyakan 2 pertanyaan itu entah aku takut, atau aku malu... aku tidak pernah punya keberanian untuk menanyakan 2 kalimat tersebut, bahkan melalui pesan singkatpun aku tetap saja takut. malu, dan ragu.. aku takut kau tak menjawab pertanyaanku, aku malu karna ada perasaan khusus yang kusimpan untukmu bersamaan dengan pertanyaan_pertanyaan itu. dan aku ragu kalau saja aku mengirimkannya kau hanya akan mengabaikan pesan singkat yang kukirimkan untukmu.

kalo boleh jujur, kamu sangat amat mengganggu, dan aku tidak suka keadaan seperti ini. terkadang aku hanya bisa menatap nomormu yang ter-tera di layar handphoneku tanpa berani mengirimkan pesan singkat yang sudah ku ketik, aku takut untuk memencet tombol send.. 
di twitter pun kita saling follow tapi aku tidak pernah sedikitpun punya keberanian untuk menyapamu.. aku hanya bisa menjadi stalker tetapmu di twitter.. terkadang aku menuliskan tweet cinta yang aneh untukmu meskipun aku tahu kau tak akan pernah merasa kalau tweet itu kubuat untukmu.

yaah seperti yang aku bilang tadi.., terkadang aku membuat tweet cinta yang aneh untukmu, aku bisa bertingkah aneh dan konyol ketika melihatmu misalnya aku bisa menjadi salah tingkah tak karuan dan aku pernah loh, sesekali tersipu malu ketika harus melihat meskipun itu hanya dari kejauhan. aku yang tidak ahli dalam hal cinta ini, tiba-tiba saja mampu menjadi kreatif aku bisa menulis banyak kata-kata cinta untukmu. entah mengapa orang yang jatuh cinta itu sering bertingkah aneh, konyol dan bahkan bisa menjadi sosok yang kreatif seperti apa yang kulakukan sekarang ini.

seandainya rindu itu bisa membunuh, mungkin akulah orang yang pertama kali meninggal dikarenakan merindukanmu. aku merindukanmu sesering mungkin dan ketika merindukanmu, sesekali aku mengetik pesan singkat yang pada akhirnya hanya akan menambah jumlah draft di handphoneku.

seandainya aku berani untuk menyapamu, maukah kau membalas sapaanku?
seandainya aku berani mengirimkan draft-draft yang kubuat untukmu. maukah kau meluangkan sedikit waktumu untuk membalas pesan singkatku?
seandainya aku berani mengirimkan signal cinta ke alamat hatimu, maukah kau menangkap dan membalas signal cinta yang kukirim?

"kamu adalah apa yang sering aku tanyakan dan aku adalah jawaban yang tidak pernah kamu jawab"



@fahriannah :')

No comments:

Post a Comment